Pemprov Papua Tunggu Laporan Terkait RSUD Jayapura

 Oleh : Alexander Leon.

Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua Doren Wakerkwa - Dok Jubi
Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua Doren Wakerkwa – Dok Jubi.
 
Jayapura,  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengaku masih menunggu laporan dari Pansus DPRP terkait permasalahan yang terjadi di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura.

Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua Doren Wakerkwa, di Jayapura, Jumat (17/6/2016) mengatakan meskipun belum mengetahui apa saja yang menjadi temuan Pansus DPRP, namun Pemprov siap merespon itu.
“Kami siap merespon temuan itu hanya kami belum menerima hasil temuan dari Pansus DPRP. Karenanya, kita mengharapkan temuan ini bisa diberikan kepada kami untuk bisa diambil tindakan,” katanya.

Menurut Doren, bila laporan temuan telah diterima, pihaknya akan segera merapatkan masalah itu sehingga bisa segera diturunkan kebijakan untuk penanganannya.
“Intinya soal temuan DPRP kami masih menunggu laporan dari Pansus DPRP yang bila sudah kami terima, segera dirapatkan dengan pihak terkait untuk cari solusi,” ujarnya.

Sebelumnya, Pansus RSUD Dok II yang dibentuk DPR Papua terus berupaya mengeneralisir berbagai permasalahan di rumah sakit Pemerintah Papua itu. Berbagai masalah klasik jadi temuan Pansus yang dipimpin anggota Komisi V DPR Papua, Jack Kamasan Komboy.

Jack mengatakan, salah satu masalah di RSUD Dok II yang ditemukan pihaknya berkaitan erat dengan pelayanan dan fasilitas penunjang untuk kenyamanan pasien.
“Masih masalah klasik. Masih berkaitan dengan pelayanan dan fasilitas penunjang untuk pasien. Misalnya saja listrik, pendingin ruangan, sirkulasi udara dalam ruangan pasien dan lainnya. Sudah banyak yang tak berfungsi. Selain itu masih ada pasien yang membawa air dari rumah,” kata Jack.

Menurutnya, kondisi itu tentu disayangkan. Apalagi RSUD Dok II itu sudah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan nasional. Tentu semua hal harus dibenahi. Apalagi hingga kini masyarakat masih mengeluhkan berbagai hal.
“Ini karena koordinasi tak berjalan baik antar para pimpinan dan orang-orang dibawhanya. Selain itu, SDM yang ada di RSUD Dok II ada 840 orang. Namun hingga kini masih mengeluh kekurangan tenaga medis,” ujarnya. (mp/tabloidjubi.com)



Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar: