| Jeremi Corbyn, pimpinan Partai Buruh Inggris (kiri), mengucapkan belasungkawa atas kematian Jo Cox (kanan) akibat ditembak – express.co.uk. |
Perth, – Jo Cox (41), Politisi perempuan Inggris, tewas
ditembak dan ditikam, Kamis (16/6/2016), saat bersiap menjumpai para
konstituennya di Birstall, sebuah daerah di 316 kilometer arah utara
London.
Anggota parlemen dari Partai Buruh (oposisi) itu terkenal vokal
dengan kampanye-kampanyenya mendukung Inggris untuk tetap bergabung
dengan Uni Eropa (EU).
Meski sempat dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan, Jo Cox dinyatakan meninggal satu jam setelah peristiwa itu terjadi.
Insiden pembunuhan terhadap politisi sekaligus ibu dua anak itu
terjadi hanya seminggu sebelum referendum untuk keluar atau bertahannya
Inggris di dalam kelompok Uni Eropa (“Brexit”), yang akan digelar pada
23 Juni mendatang.
Sementara itu, polisi telah menangkap seorang pria berusia 52 tahun
tak jauh dari lokasi kejadian. Pria itu didapati membawa senjata api,
sedangkan motif pelaku masih belum diketahui secara persis.
Peristiwa tragis ini menimpa politisi yang pernah bekerja di tim
kampanye Barack Obama di tahun 2008, “Kita telah kehilangan seorang
bintang,” ujar Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dalam
keterangan tertulisnya.
Di Inggris, ketegangan politik akibat rencana referendum “Brexit”
telah menciptakan dua kubu, yakni “Remain” (yang mengadvokasi pentingnya
Inggris untuk tetap bersama EU) dan “Leave” (kelompok yang mendesak
agar Inggris keluar dari EU).
Beberapa saksi mata yang dikutip media mengaku mendengar pelaku
sempat berteriak “Britain First”–yaitu nama kelompok garis kanan yang
melabeli dirinya sebagai “partai politik patriotik dan organisasi
perlindungan jalanan”.
Namun Jayda Fransen–wakil ketua Britain First–segera membantah
keterkaitan organisasinya dengan insiden ini. Menurut dia, “Britain
First” adalah slogan yang juga sering digunakan dalam kampanye-kampanye
mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Seperti dilaporkan Reuters, insiden pembunuhan terhadap anggota
parlemen di Inggris sebelumnya menimpa Ian Gow. Ia tewas akibat bom
mobil yang ditempelkan Tentara Republik Irlandia (IRA) yang meledak di
rumahnya di kawasan selatan Inggris pada 1990.
Pada 2010, seorang politisi Partai Buruh yang juga mantan menteri
kabinet, Stephen Timms, ditusuk perutnya oleh seorang mahasiswa berusia
21 tahun, yang murka karena politisi itu mendukung Perang Irak 2003.
Peristiwa itu terjadi di kantor Stephen di belahan timur London.
Jo Cox adalah lulusan Universitas Cambridge yang telah malang
melintang di berbagai organisasi kemanusian. Dalam satu dekade terakhir,
ia telah menempati posisi Kepala Kebijakan di Oxfam, Kepala Kampanye
Kemanusiaan di kantor Oxfam di New York, dan Ketua Oxfam di kantor Eropa
di Brussels.
Ia banyak dikenal sebagai advokasi isu-isu perempuan, dan memenangkan pemilu di daerah pemilihan Batley dan Spen tahun 2015.(mp/tabloidjubi.com)
0 komentar:
Post a Comment