Renungan Dan Makan Pinang , Mengenang Mako Tabuni, Ketua I KNPB Pusat

Oleh : Benny Mawel.

Malam Renungan Kenang Mako Tabuni (Jubi/Mawel)
Malam Renungan Kenang Mako Tabuni (Jubi/Mawel)
Jayapura,  – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) gelar renungan sekaligus makan pinang bersama di tempat Mako Tabuni, Ketua I KNPB pusat ditembak mati tim khusus Polda Papua. Makan pinang bersama ini untuk mengenang mendiang Mako Tabuni.
“Kita berdoa di sini saja, kita tidak pergi ke kuburan. Kita harus menghormati dia. Dia adalah guru dalam perlawanan,”kata Agust. Kossay, ketua I KNPB Pusat kepada jurnalis di Putaran Taxi Waena,Kota Jayapura, Papua, Selasa (14/06/2016).
Kata dia, Mako memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam perlawanan. Terutama, keberaniannya menyerahkan seluruh hidupnya demi pembebasan bangsa dan demo mendirikan sebuah bangsa yang merdeka.
“Dia mempertaruhkan segalanya. Kami tidak bisa balas kami hanya bisa memberi penghormatan. Semua orang bisa dalam situasi aman itu biasa tetapi dalam situasi darurat itu luar biasa. Mako yang melakukan itu,”tegasnya.
Juru Bicara KNPB pusat, Bazoka Logo mengatakan Mako Tabuni sama dengan aktivis lain yang sudah tewas di dalam perjuangan namun ada empat hal unik yang terpancar dari figur Mako Tabuni.
Pertama, Mako tidak pernah menunjukkan diri pemimpin. Ia menunjukkan sikap kebapaan. “Dia itu seorang bapa,”kata Logo.
Kata dia, sikap kebapaan itu muncul dalam setiap kehadirannya bersama aktivis KNPB. Dia tidak pernah memerintah layaknya seorang pemimpin. Dia malah bertindak seorang bapa yang sedang mendidik anak.
“Kalau dia bilang melakukan ini, Dia selalu mengajak bersama-sama melakukan itu. Bagi selebaran. Dia ikut membagikannya,”ujar Logo sambil mengenang sang bapa.
Kedua, Mako tidak pernah mengeluh. Mako selalu mengajak melakukan perjuangan dengan sumber daya yang ada.
Ketiga, Mako seorang pendengar yang baik dan rendah hati. Dia tidak pernah membantah, membela diri dan klarifikasi ketik anggota menuduh atau marah atas sejumlah masalah organisasi.
“Dia hanya mengatakan minta maaf dan senyum saja,”katanya.
Keempat, Mako seorang revolusioner yang tidak pernah menyerah. Dia mempunyai komitmen dengan keberanian mental yang sangat luar biasa.
” Keberanian mental itu milik Mako. Tidak ada yang bisa sama dengan dia,”tegasnya.
Kelima, seorang Mako tidak pernah bicara dua kali. Dia seorang bapa yang bicara sedikit kemudian melaksanakan yang dia katakan.
“Kalau dia bilang satu kali, kita tidak laksanakan. Dia yang melakukannya,”katanya.
Mako Tabuni ditembak tim khusus Polda Papua pad 14 Juni 2012. Polisi menembaknya dengan tuduhan terlibat dalam sejumlah aksi  penembakan di kota Jayapura satu bukan terakhir penembakan dirinya.(mp/tabloidjubi.com)


Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar: