Pengurus Dewan Adat Mee Dilantik

 Oleh : Agus Tebai.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Adat MRP Yakobus Dumupa ketika melantik dan memberikan salinan SK kepada Badan Pengurus Dewan Adat Mee, Jumat (17/6/2016) – Jubi/Agus Tebai
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Adat MRP Yakobus Dumupa ketika melantik dan memberikan salinan SK kepada Badan Pengurus Dewan Adat Mee, Jumat (17/6/2016) – Jubi/Agus Tebai

Dogiyai,  – Majelis Rakyat Papua (MRP) melantik dan menyerahkan salinan Surat Keputusan (SK) sejumlah badan pengurus lembaga Dewan Adat Mee (DAM) Kabupaten Dogiyai di Ekemanida, Dogiyai, Jumat (17/6/2016). 

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Adat MRP Yakobus Dumupa mengatakan pelantikan itu sesuai kesepakatan dalam rapat Pokja Adat dan MRP, 15 Juni 2016.

SK yang dikeluarkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2008. Bahwa MRP punya kewenangan tertentu dalam rangka perlindungan hak-hak OAP.
“Lembaga ini sebelumnya bernama Dewan Masyarakat Adat tetapi sudah diubah menjadi DAM. Kalau sudah mantap, pembentukan dari bawah, diharapkan ada koordinasi dan kerja sama,” katanya.

Ia meminta kepada pengurus yang sudah dilantik agar bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
“Jangan berharap kepada Pemerintah, tetapi tugas Masyarakat Adat perlu dijaga dan kembangkan. Saat ini banyak lembaga yang hanya mencari uang. Jadi, sebagai lembaga adat perlu menjaga nilai-nilai adat dan berjuang kepentingan masyarakat adat,” katanya.

Ia mengharapkan agar masyarakat bisa menyelesaikan masalah secara adat dan tidak dibawa ke kepolisian.
“Kalau selesaikan adat pasti nilai-nilai adat itu akan berkembang. Itu sama saja, saling menghidupkan, menjaga sebagai masyarakat adat sehingga aktivitas sehari-hari berjalan lancar,” katanya.

Ketua DAM Dogiyai Germanus Goo mengatakan pihaknya menyadarkan masyarakat adat Kamapi (Kamuu, Mapia Piyaiye) dan menggali kembali kearifan lokal yang sudah lama hilang.
“Kami ingin menyelamatkan diri kami dari pemusnahan secara sistematis yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab melalui berbagai cara dengan tujuan merebut tanah dan kekayaan kami,” katanya.

Ada 13 bidang dengan 48 pilar pada DAM Dogiyai. Pembagian biang dan pilar itu bertujuan untuk bersama-sama berdiskusi, mengatur strategi, membicarakan dan menyatukan pikiran membangun rasa persaudaraan dalam rangka menyelamatkan orang Papua dan kekayaannya.

Sekretaris DAM Dogiyai Alexander Pakage mengatakan pihaknya membutuhkan sedikitnya 192 anak muda untuk mengisi bidang-bidang dan pilar yang ada. (mp/tabloidjubi.com)



Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar: