Papua Akan Terus Menuntut Haknya Dari Freeport

By ARJUNA PADEMME.
Suasana Pertemuan Pansus Freeport dengan Komisi XI DPR RI Beberapa Waktu Lalu - Jubi/Doc
Suasana Pertemuan Pansus Freeport dengan Komisi XI DPR RI Beberapa Waktu Lalu – Dok Jubi.
Jayapura,  – Ketua DPR Papua, Yunus Wonda menyatakan, Pemprov Papua, DPR Papua, para pemangku kepentingan di Papua serta masyarakat Papua akan terus menuntut apa yang menjadi hak Papua dari hasil tambang PT. Freeport Indonesia, yang beroperasi di Mimika.
Kata Wonda, pihaknya merasa selama ini memang banyak hal yang ditutup-tutupi Freeport. Pihak tambang emas dan tembaga itu selama ini tak terbuka. Sementara Orang Asli Papua (OAP), terutama pemilik ulayat area penambang Freeport terus menjadi korban.
“Kami Orang Asli Papua terus jadi korban di atas tanahnya sendiri. Ini membuktikan Freeport tak pernah serius membangun Papua. Tak transparan. Ini membuat kami yakin, Freeport benar-benar tak punya niat baik membangun Papua. Kami akan terus menuntut apa yang menjadi hak kami,” kata Yunus Wonda, Selasa (7/6/2016).
Menurutnya, apa yang dituntut Pemprov Papua, DPR Papua dan para stake holder di Papua selama ini terkait kewajiban yang harus dibayarkan Freeport ke Pemerintah Papua bukan mengada-ada. Namun sesuai aturan yang berlaku.
“Apa yang kami tuntut selama ini bukan mengada-ngada. Kami menuntu hak kami. Hak yang diataur dalam Undang-Undang Pajak dan Perda,” ucapnya.
Ia mengatakan, karena berbagai hal, DPR Papua akhirnya membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menangani terkait pajak PT. Freeport atau disebut Pansus Freeport. Kini Pansus itu sedang bekerja dan berupaya memperjuangkan apa yang menjadi hak Papua.
“Pansus Freeport yang sudah dibentuk DPR Papua akan bekerja sampai mendapat hasil maksimal. Kami akan usut terus aliran dana-dana atau pajak Freeport itu kemana saja. Sumber dananya kemana,” katanya.
Anggota Komisi XI DPR RI, Mohammad Hatta ketika bertemu Pansus Freeport DPR Papua, dua pekan lalu menyatakan hal yang sama. Ia bahkan menyebut, negara ditipu habis-habisan oleh Freeport.
“Negara ini ditipu habis-habisan Freeport. Betul itu. Ada sesuatu yang tidak beres dan gak bener,” kata Hatta ketika itu.
Menurutnya, ketika berkunjung ke Freeport beberapa tahun lalu, ia merasa ada sesuatu yang tak beres. Seperti yang disebut pihak DPR Papua, betul-betul negara dalam negara. Banyak yang ditutup-tutupi.
“Kalau memang Pansus Freeport DPR Papua bisa membongkar ‘kotak pandora’ itu, itu luar biasa. Semua bermain. Tidak transparan. Itu saya rasakan betul, yang namanya Freeport,” ucap Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu. (mp/tabloidjubi.com)


Share on Google Plus

About Telius Yikwa

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar: