Oleh : Alexander Loen.
| Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Provinsi Papua, Yan Piet Rawar – Dok Jubi. |
Jayapura, – Jumlah pencari kerja (pencaker) di Papua diperkirakan mencapai 200 ribu orang, dimana jumlah ini ada penambahan dari jumlah lulusan dari sekolah menengah atas dan perguruan tinggi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Provinsi Papua Yan Piet Rawar, di Jayapura, Jumat (24/6/2016) mengatakan jumlah pencaker di Papua berdasarkan data yang dihimpun dari laporan hasil pasar kerja dari kabupaten/kota dan juga sistem perencanaan.
“Diperkirakan ada sekitar 200 ribu, tugas kami bagaimana lapangan pekerjaan yang tersedia bisa ditempati oleh tenaga kerja yang memiliki keahlian,” katanya.
Sementara bagi tenaga kerja yang tak memiliki keterampilan, ujar Rawar, ini menjadi tugas pemerintah provinsi, kabupaten dan kota untuk melakukan pemetaan, sehingga bisa dilakukan pelatihan dan pembinaan.
“Pemetaan harus dilakukan agar pelatihan, pembiaan atau bantuan wirausaha bisa diberikan agar mereka bisa berusaha sesuai dengan potensi wilayah maupun pasar kerja,” ujarnya.
Menurut ia, sebenarnya kondisi di Papua saat ini cukup luas, namun tidak bisa diisi oleh tenaga kerja lokal. “Untuk itu tugas kami harus mencari solusi secara baik tentunya dengan bermitra dengan semua stakeholder pemerintah, swasta untuk bagaimana strategi dalam mengatasi tenaga kerja,” kata Rawar.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Papua bidang kesejahteraan dan sosial ekonomi Rosina Upessy meminta para pencari kerja di Papua untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi globalisasi penyerapan tenaga kerja di semua sektor dan lapangan usaha.
Ia katakan, saat ini jumlah Pencaker yang terdaftar sampai akhir Desember 2015 sebanyak 85.684 orang. Terdiri dari laki-laki sebanyak 50.051 orang dan perempuan 35.633 orang.
“Masalah ketenagakerjaan di Papua menjadi tanggung jawab bersama. Sebab jika para pencaker tidak mau berusaha atau berkompetensi maka akan diisi pencari kerja dari luar Papua, dan tentunya bakal menimbulkan permasalahan yang semakin kompleks,” kata Rosina. (mp/tabloidjubi.com)
0 komentar:
Post a Comment