oleh MUHAMAD MUNIR.
| Salah satu korban helikopter naas yang dievakuasi menggunakan helikopter milik PT. Dimonim Air di Bandar Udara Nabire – Jubi/Munir |
Nabire, – Helikopter Jenis PK-UAF Bell 206 miik PT. Amor Aviation Indonesia yang berangkat dari Bandar Udara (Bandara) Nabire pukul 7.15 WP, menuju lokasi pendulangan emasa 99 Bayabiru, ditemukan jatuh dipinggiran Sungai Degeuwo, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua, Sabtu (4/6/2016) sekitar pukul 8.25 WIT.
Helikopter tersebut membawa tiga orang penumpang, satu Kapten Pilot dan 314 Kilogram Bahan Makanan (Bama) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dilokasi pendulangan emas tersebut.
Sebelumnya, Jubi menerima pesan singkat yang isinya :
Kapolres Nabire, AKBP. Semmy Ronny Thabaa saat dikonfirmasi Jubi menjelaskan, dari keempat orang yang berada dihelikopter tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia dilokasi tersebut, atas nama, Kombes Pol. Purnawirawan, Karmana (57).
“Sementara itu untuk tiga korban lainnya atas nama, Dianus Kogoya (23), Asmar (20) dan Ajo (23) dalam keadaan selamat, namun mengalami luka dalam yang cukup serius dan telah dievakuasi di RSUD Nabire,” katanya, di Bandara Nabire, Sabtu (4/6/2015).
Sementara bangkai helikopter naas tersebut kata dia dalam keadaan hancur dan untuk evakuasi bangkai helikopter tersebut akan dilakukan selanjutnya.
Dijelaskannya proses evakuasi korban tersebut dilakukan sebanyak dua kali menggunakan Helikopter PK-HVD Bell B2 milik PT. Dimonim Air.
Ditempat yang sama, Kapolsubsektor Bandar Udara Nabire, Ipda. Agus Suprayitno, menjelaskan bahwa kecelekaan helicopter tersebut bukan disebabkan oleh faktor cuaca, tetapi merupakan human eror.
“Cuaca pada saat itu cukup baik, kondisi angina juga normal dan juga kondisi helikopter dalam keadaan layak terbang,” jelasnya. (mp/tabloidjubi.com)
0 komentar:
Post a Comment