Oleh Agus Tebai.
| Korban dan keluarga korban yang dipengaruhi minuman beralkohol (miras) jenis pison. Miras yang airnya berwarna biru itu mengorbankan dua nyawa melayang dan tiga lainnya kritis – Jubi/Agus Tebai. |
Dogiyai, – Diduga akibat mengonsumsi minuman keras (miras)
dua warga meninggal dan tiga lainnya dikabarkan kritis di Kabupaten
Dogiyai, Papua.
Dua orang yang meninggal adalah Melkias Agapa (21) dan Anthon Boma
(22), sedangkan tiga lainnya yang dikabarkan kritis, yaitu Hengki Agapa
(25), Marius Goo (25) dan Tinus Pekei (26). Mereka mengalami gangguan
penglihatan, bahkan objek yang mereka lihat semacam kunang-kunang.
Orangtua korban Melkias Agapa, Sebastianus Agapa kepada Jubi di
Ugapuga, Kamuu Timur, Dogiyai, Rabu (1/6/2016) mengatakan, awalnya,
Jumat malam, 27 Mei 2016, anaknya Melkias membeli minuman keras bersama
temannya di salah satu pedagang di Ikebo, Moanemani, Dogiyai.
“Selanjutnya mereka mengonsumsi miras di Ugapuga di mana dua orang meninggal termasuk anak saya,” kata Mantan Kepala Distrik Kamuu Timur, Dogiyai ini.
Menurut dia korban meninggal setelah menghabiskan tiga botol miras
jenis pison yang berwarna biru. Setelah tersisa satu botol tiga temannya
yang kini masih kritis bergabung untuk miras bersama.
“Setelah mereka pulang ke rumah masing-masing, besoknya (Sabtu, 28 Mei 2016) Anthon Boma ditemukan meninggal di kamarnya. Sementara Melkias Agapa meninggal pada Senin, 30 Mei 2016,” katanya.
Sebastianus mengaku belum mengetahui merek miras yang mengorbankan
nyawa anaknya itu. Ia malah kaget ada miras yang airnya berwarna biru.
Informasi yang berhasil dihimpun Jubi, beberapa waktu lalu di Kampung
Yametadi, Distrik Kamuu Utara dua orang meninggal di tempat bersamaan
usai meneguk miras. Dua korban adalah Delpias Pigai (17) dan Petrus
Pigai (27).
Kepala Distrik Kamuu Timur, Alexander Pigai mengaku sudah
menyampaikan dan memberikan arahan agar tidak mengonsumsi miras. Warga
bahkan diminta untuk melakukan sweaping jika mendapati toko dan oknum
yang menjual miras.
“Hari ini saya bicara di depan masyarakat, ternyata besok harinya terjadi korban meninggal. Waktu itu korban juga ikut mendengarkan, tetapi mereka dengar atau tidak, ya terjadi seperti ini,” katanya.
Maka dari itu, ia mengimbau kepada warga di distrik yang dipimpinnya dan Dogiyai agar menjauhi minuman keras. (mp/tabloidjubi.com)
0 komentar:
Post a Comment