Oleh Benny Mawel.
| Ferry Marisan, Direktur Elsham Papua (Suluhpapua.com) |
Jayapura, – Suhu politik Papua terkini sangat tinggi.
Situasi itu membuat keamanan orang Asli Papua (OAP) tidak terjamin.
Orang Asli Papua berada dalam ancaman dan terror yang sangat luar biasa.
Situasi itu menjadi perhatian Direktur ELSHAM Jayapura, Ferry
Marisan. Ia menghimbau kepada semua orang Asli Papua waspada ketika
meninggalkan rumah. Karena ancaman ada di depan mata.
“Saya himbau kepada aktivis HAM, aktivis Politik, Pemuda gereja, aktivis perempuan, tokoh Pemuda, masyarakat, harus berhati-hati dalam situasi ini,” ungkap Marisan kepada Jubi di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (24/05/2016)
Kata Marisan, pihaknya mendapat info ada banyak wajah baru masuk ke
Papua. Mereka itu berkeliaran di Papua, terutama di kota-kota. Kehadiran
wajah baru itu benar atau tidak, yang jelas ada ancaman bagi orang
Papua.
“Mereka membawa rencana buruk. Targetnya aktivis Papua. Saya dengar itu dua Minggu sebelum Robert Jirmau dibunuh,” ungkapnya.
Robert Jitmau adalah aktivis Papua. Ia menjabat Sekretaris
Solidaritas Pedangang Asli Papua (SOLPAP). Tewas ditabrak Mobil Pada 20
Mei 2015 di sekitar Pantai Hamadi.
Bukan hanya Robert yang tewas, Pada 23 Mei 2016, seorang pemuda pun
tewas di wilayah Abepura, Kota Jayapura. Pemuda yang tidak diketahui
namanya itu pun tewas seketika.
Hari berikutnya, di Kabupaten Nabire, dikabarkan warga atas nama
Yonte Pigome dan Jimmy Semu menjadi korban sajatam orang tak di kenal.
“Semua ini bagian dari terror. Pelaku ingin kontrol psikologi orang Papua, terutama menjelang sidang Melanesia Spearhead Group yang akan menentukan Papua menjadi anggota MSG atau tidak,” katanya.
MSG adalah oraganisasi regional dengan anggota negara-negara yang
penduduknya orang-orang Melanesia. Anggota, FIji, Vanuatu, Kepulauan
Salomon, dan organisasi politik perlawanan Kanak.
Mario Yumte, aktivis Politik yang berdomisili di Sorong, Papua Barat
mengatakan ancaman itu konsekuensi dari keberhasilan politik orang
Papua.
“Ancaman itu tidak perlu Kita takuti tetapi kita waspadai,” tegasnya.
Kata dia, ancaman ataupun terror itu tidak akan membatasi perlawanan
damai. Perlawanan itu akan berhenti bersamaan dengan mengusir kolonial
Indonesia.
“Kita lawan sampai Papua merdeka,” tegasnya.(mp/tabloidjubi.com)
0 komentar:
Post a Comment