| Gubernur Papua, Lukas Enembe – Dok. Jubi/Alex. |
Jayapura,
– Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta pihak operator penerbangan
yang beroperasi di seluruh wilayah Papua memberdayakan orang asli Papua
(OAP) dengan memberi kesempatan untuk menjadi pilot.
Selain
itu, operator penerbangan juga harus bisa menyiapkan kader pilot yang
merupakan putra asli Papua. Sebab selama ini banyak keluhan terkait
karir yang stagnan atau tidak berkembang.
“Saya minta operator penerbangan menyiapkan satu atau dua putra asli Papua untuk jadi pilot atau kapten,” katanya.
Menurut
ia, keluhan luar biasa datang dari pilot Papua yang bekerja di sejumlah
maskapai penerbangan perintis yang melayani penerbangan ke wilayah
pedalaman. Mereka sudah terbang sampai 300 jam tapi tidak bisa jadi
kapten atau menerbangkan pesawat berbadan lebar .
“Harus siapkan kader untuk jadi kapten, kasih mereka tugas. Jangan terjadi seperti dulu lebih 20 tahun jadi pilot tapi karirnya tidak berkembang,” ucapnya.
Sementara
itu terkait berbagai peraturan penerbangan yang telah ditetapkan oleh
masing masing operator, Enembe meminta setiap kebijakan yang dibuat itu
setidaknya harus sejalan dengan visi misi Gubernur yakni Papua Bangkit
Mandiri dan Sejahtera. Artinya, operator penerbangan diharapkan dapat
memberikan kontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat di Papua.
“Wilayah ini diatur oleh pemerintah Papua. Jadi setiap operator harus tunduk dan taat terhadap peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah,” kata Enembe.
Sementara
itu, Direktur PT AMA Djarot Soetanto mengatakan pihaknya sudah
menyekolahkan beberapa calon pilot anak asli Papua. Akan tetapi
terbentur pada persoalan dana. Sebab untuk sekolah pilot saja
membutuhkan dana sebesar Rp1 miliar.
“Bila sang pilot itu akan menerbangkan pesawat berbadan lebar, dibutuhkan dana sebesar Rp1 miliar untuk sekolah lagi. Kami terbentur dalam hal soal dana,” kata Djarot. (*)
by Alexander Loen
Sumber : tabloidjubi.com
0 komentar:
Post a Comment