Festival Danau Sentani Harus Libatkan Semua Pihak

Tarian diatas perahu, salah satu penampilan yang wajib dilaksanakan dalam FDS - Jubi/Engel Wally
Tarian diatas perahu, salah satu penampilan yang wajib dilaksanakan dalam FDS – Dok.Jub
 Sentani,  – Bupati Jayapura, Matius Awoitau meminta agar Festival Danau Sentani (FDS) melibatkan semua pihak, seperti tour guide, grup seni, seniman dan masyarakat umum.

Ia juga meminta agar FDS dikemas dengan baik tanpa mengurangi nilai-nilai budaya sebagai potensi lokalnya.
“Para penari dan grup-grup yang ditampil harus diatur dengan baik. Jangan asal tampil saja,” katanya kepada wartawan di Sentani, Jumat (20/5/2016). dkutip tablloidjubi.com

Ia mengatakan dalam FDS kali ini kegiatan-kegiatan bersifat olahraga juga ditampilkan, baik olah raga tradisional maupunn olahraga lainnya.

Maka dari itu, ia meminta agar Pemerintah Provinsi Papua juga melibatkan diri dalam momen promosi wisata tersebut.
“Selama ini dunia pariwisata di Kabupaten Jayapura kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua. Padahal FDS ini juga agenda provinsi dan nasional,” katanya.
“Dalam setiap sambutannya selalu saja mengatakan dunia pariwisata kita sudah maju. Tetapi perkataan yang disampaikan ini tidak sejalan dengan perbuatannya,” lanjutnya.

Ia mengeluhkan dana Otonomi Khusus (Otsus) yang kurang ke daerahnya, seperti program Gerbang Mas (gerakan membangun masyarakat Papua yang mandiri dan sejahtera) yang belum diterima pihaknya.

Menurut dia ada hal-hal khusus yang membawa nama Papua di Indonesia dan dunia yang harus didukung. Namun sama sekali tidak dilakukan, seperti jalan ke Depapre yang belum dikerjakan.
“Terpaksa kami di kabupaten yang mengerjakannya. Dana Otsus dengan pembagian 80 persen ke daerah dipotong terlebih dahulu baru dibagi. Bagaimana masyarakat kita mau menikmati hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah?’ katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Jayapura Kris Kores Tokoro mengatakan persiapan menjelang FDS terus dilaksanakan pihaknya bersama panitia pelaksana.
“Ada aturan main yang sudah kami sosialisasikan kepada masyarakat yang erlibat dalam pementasan. Dilarang menggunakan sandal, kaca mata hitam dan aksesories yang tidak mencerminkan budaya lokal,” katanya.

Pihaknya bahkan mengupayakan olahraga tradisional seperti dayung dan selam agar diakomodir untuk mengikuti PON. Sedangkan pertunjukan air show oleh paralayang internasional yang akan meramaikan jalannya FDS di pantai wisata Khalkote Distrik Sentani Timur,” katanya. (*)


Sumber : tabloidjubi.com
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar: