| Ro Teimumu Kepa (Fiji Times) |
Suva,23/6(Jubi)- Partai Sosial Demokrasi
Liberal (Social Democratic Liberal Party; SODELPA) Fiji menyatakan pembebasan
West Papua dari pendudukan Indonesia akan menjadi salah satu agenda penting
dari Manifesto partai yang akan dirilis bulan depan.
Pesan itu disampaikan, pemimpin Partai, Ro Teimumu Kepa, bahwa
perjuangan rakyat West Papua untuk bebas dari pendudukan Indonesia, bukanlah
perjuangan yang terlupakan dari sesama Melanesia di Pacific. Seluruh rakyat
Melanesia di Fiji ada bersama perjuangan West Papua.
“Anda tidak sendirian. Benih dukungan sedang bertumbuh untuk
persoalan Anda. Kami ada bersama dengan Anda, “kata RO Teimumu, Minggu (22/6)
di Suva, Fiji.
Kepa menyampaikan pesan itu setelah presiden Indonesia
mengunjungi Fiji dan berbicara pada Forum Pembangunan Kepulauan Pacific (PIDF)
kedua di Nandi, Fiji, (19/6) Minggu lalu.
Menurut Kepa, Presiden SBY tidak mengangkat masalah West Papua
di pertemuan PIDF kemarin, sementara sebelum meninggalkan Indonesia, media
Indonesia menyebarkan kabar kalau SBY ke Pacific untuk menjelaskan isu dan
banyak informasi yang salah mengenai West Papua di Fiji.
“Tapi dia dilaporkan tidak mengangkat isu West Papua secara
terbuka di forum, meskipun dikutip di Indonesia bahwa ia bermaksud untuk
menjelaskan masalah West Papua,” kata Ro Teimumu.
Karena itu, Kepa menilai kehadiran presiden Indonesia dalam
pertemuan PIDF hanyalah diplomasi politik demi mempertahankan Papua tetap
bagian dari Indonesia.
“Tujuannya adalah untuk menjaga sebanyak mungkin pemimpin Pasifik
agar berada dalam kebijakan Indonesia atas West Papua dan untuk melawan
meningkatnya tekanan internasional dan regional dalam mendukung West Papua.”
Kata Ro Teimumu.
Karena itu, Intelegen Fiji melancarkan pengamanan tingkat tinggi
selama satu minggu, sebelum SBY melakukan kunjungan ke Fiji, untuk
mengantisipasi ada gerakan rakyat setempat mendukung West Papua di hadapan SBY.
Jurnalis yang vokal terhadap masalah Papua pun menjadi perhatian
khusus dari agen rahasia Fiji.
Bahkan polisi melarang kehadiran jurnalis senior Fiji, Netani
Rika dalam pertemuan PIDF yang dihadiri Presiden Indonesia. “Dia terlalu
vokal,”telepon anggota agen rahasia ke kantor Redaksi Fiji Times satu hari
sebelum pertemuan PIDF (19/6).
(Jubi/PCC/ Fiji Times.Com)
Sumber : http://tabloidjubi.com
0 komentar:
Post a Comment