| Warga Kampung Banti menjemput sembako bantuan Pemerintah Kabupaten Mimika di Tembagapura untuk dibawa naik ke kampung - Dok Jubi. |
Jayapura, - Seorang pemimpin suku Amungme yang tinggal di Kampung Banti berhasil diwawancarai oleh Fairfax, jaringan media Australia. Jonathan Kibak, warga yang turun dari Banti ini diwawancarai di Timika, Sabtu (11/11/2017). Ia memastikan semua penduduk di kampung Banti aman.
“Saya ingin menegaskan, bahwa kami tidak disandera. Tidak ada orang di kampung yang berhenti melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Jonatan Kibak.
Banti dan Kimbeli, dua kampung memang berada di tengah penjagaan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) dengan aparat keamanan Indonesia.
.
Sabtu (11/11/2017), tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Pemda Mimika mulai mendirikan posko penampungan warga dari Banti dan Kimbeli yang rencananya akan dievakuasi. Beberapa posko penampungan didirikan di samping gedung Tongkonan di Jalan Sam Ratulangi, Kota Timika.
Jonathan Kibak, kepada Fairfax mengatakan orang asli Papua seperti dirinya, adalah petani yang bisa hidup dari singkong, kedelai dan produk lainnya yang mereka tanam, dan tidak memiliki keinginan untuk dievakuasi dari daerah tersebut. Ia mengatakan mereka takut militer dan polisi Indonesia mungkin akan menganggap mereka salah satu anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.
Kibak mengatakan bahwa orang-orang non-Papua juga aman.
"Orang-orang non-Papua tidak disandera, mereka bebas. Tapi TPNPB-OPM tidak dapat menjamin keselamatan mereka jika mereka melewati zona pertempuran dan terjebak dalam baku tembak," lanjut Kibak.
Kibak membenarkan bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat menggeledah toko-toko penduduk desa non-Papua untuk memastikan mereka tidak menyelundupkan barang-barang untuk militer, namun toko-toko itu tidak dibakar sampai habis.
"Mereka aman, mereka tidak diperlakukan secara berbeda, mereka adalah tetangga kita," jelas Kibak mengenai warga non-Papua di Banti.
Kibak bertemu dengan Fairfax Media di kota Timika, sekitar 64 kilometer dari zona konflik di Tembagapura, setelah dia melewati hutan dan kemudian naik helikopter Freeport pada tanggal 2 November.
"Seperti yang bisa Anda lihat, saya di sini, tidak ada yang menghentikan saya, saya akan kembali minggu depan," katanya.
Diambil dari www.tabloidjubi.com
editor :admin
0 komentar:
Post a Comment