| Suasana pameran dan bazar di SMA YPPK Adhi Luhur Nabire, Jumat, (10/11/17) - Dok Jubi. |
Nabire, – SMA Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Adhi Luhur Nabire, mengadakan pameran dan bazar kewirausahaan dari siswa-siswi.
“Melalui kewirausahaan diharapkan, dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi siswa sendiri maupun orang lain,” kata Kepala Sekolah SMA YPPK Adhi Luhur Nabire, Romo Chistoforus A. Prabantara, ketika ditemui Jubi di sela-sela pameran, Jumat (10/11/17).
Dikatakan Romo, pameran kreativitas yang dilaksanakan ini merupakan program kewirausahaan melalui Kementerian UKM.
“Kami ditunjuk awal tahun ajaran ini oleh kementerian untuk melaksanakan program ini, yang merupakan bagian dari kurikulum K13. Di dalamnya terdapat mata pelajaran kewirausahaan,” tuturnya.
Menurutnya, program tersebut dikembangkan dengan dana yang ada, bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan para siswa.
“Siswa memamerkan hasil kerajinan mereka. Sebenarnya peran kewirausahaan bagi anak-anak SMA, sangat diperlukan dan itu tidak terlepas dari peran orangtua dan guru tentunya,” ujarnya.
Ketua Program Studi Kewirausahaan (KWU) SMA YPPK Adhi Luhur Nabire, Vicktor Lelusa, mengatakan besarnya dana yang dialokasikan untuk program kewirausahaan sebanyak Rp100 juta.
“Kami kembangkan program ini selama satu semester, tentang kewirausahaan melalui program studi kewirausahaan. Pameran ini merupakan hasil kreasi siswa pada semester ini,” ujarnya.
Lanjut Viktor, produk yang diajarkan dan dipamerkan ialah berupa produk makanan, minuman dan kerajinan tangan.
“Siswa dituntut untuk berkreasi. Diharapkan setelah mereka keluar dari bangku pendidikan, jangan hanya berpikir untuk menjadi PNS, tapi bagaimana menciptakan peluang kerja bagi orang lain dan dirinya sendiri,” kataya.
Seorang siswa, Don Bosco S. mengatakan senang sebab kegiatan kewirausahaan telah mengajarkan bagaimana membuka peluang usaha dengan baik.
“Bagaimana memanfaatkan peluang serta potensi yang ada. Kelak bila tamat, kami sudah memiliki sedikit pengalaman,” ujarnya.
Kreasi yang dipamerkan para siswa merupakan hasil daur ulang barang bekas. Seperti bola, kumpulan benang dan lem yang menghasilkan lampu hias. Berbagai makanan dan minuman ringan, berupa es buah, keripik. Sementara koran bekas dibuat menjadi tas, serta berbagai kerajinan tangan lainnya. (*)
0 komentar:
Post a Comment