Seorang warga Kimaam tewas, diduga dianiaya oknum TNI

Merauke, – Seorang warga di kampung Woner, distrik Kimaam, kabupaten Merauke, Izak, diduga dianiaya oknum anggota TNI Yalet yang bertugas disana. Akibat penganiayaan, korban meninggal dunia, saat berada di sel tahanan Polsek Kimaam.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Merauke, Moses Kaibu, dikabarkan Jubi, Senin, 20/11/2017.
“Saya mendapat laporan dari masyarakat Kimaam, kalau korban meninggal semalam. Hanya jamnya, tidak dijelaskan,” ujarnya.

Dikatakan, kasus tersebut muncul berawal dari masyarakat yang tidak puas dengan sikap Kepala kampung Woner, Bonefasius. Dimana, dana desa dalam tiga tahun terakhir yang nilainya mencapai miliaran rupiah tidak dimanfaatkan tepat sasaran.
“Ketika ditanyakan, kepala kampung menjawab dananya sudah habis terpakai. Padahal, tak ada bukti nyata di lapangan. Dari situ, beberapa anak muda melampiaskan emosinya dengan meneguk minuman lokal jenis sopi dan membuat keributan,” katanya.

Melihat situasi demikian, anggota dari Yalet yang bertugas di Kimaam mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan Izak. Rupanya setelah diamankan, korban dibawa ke pos Yalet dan disinyalir dipukul berulang kali. Setelah itu baru diantar ke Polsek Kimaam.
“Begitu sampai disana, korban dijebloskan ke sel tahanan. Karena mabuk dan membuat keributan. Sedangkan, polisi tak mengetahui kalau dia telah dianiaya,” katanya.

Selama di sel tahanan, lanjut Moses, karena merintih kesakitan akibat dugaan penganiayaan, akhirnya korban meninggal dunia.
“Saya ditelpon tadi malam dari Kimaam kalau ada dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Yalet terhadap seorang warga hingga meninggal dunia di sel tahanan Polsek,” tuturnya.

Ditambahkan, saat ini, korban telah diambil keluarganya dan belum dimakamkan. Mereka menginginkan dilakukan visum terlebih dahulu dan pelaku harus diproses hukum.

Secara terpisah, Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung, membenarkan informasi tersebut tapi mengatakan belum bisa berkomentar terhadap kasus tersebut.
“Hari ini saya kirim tim dari Polres ke Kimaam guna melakukan penyelidikan lebih lanjut, sekaligus mencari tahu penyebab persoalan sesungguhnya,” kata dia.

Ditanya jika penganiayaan diduga dilakukan oknum anggota TNI Yalet, Kapolres hanya mengatakan ia akan berbicara setelah timnya memberikan penjelasan.
“Saya baru mendapat laporan tadi pagi dan langsung membentuk tim ke Kimaam hari ini dengan pesawat. Sehingga bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya. (*)


Sumber :www.tabloidjubi.com
Share on Google Plus

About Telius Yikwa

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar: