![]() |
| Ilustrasi Pangkalan Militer. Dok. wartapapuabarat.org |
Media Papua - Forum Peduli Kawasan Byak Papua (FPKBP) yang menolak
pembangunan pangkalan militer wilayah Timur indonesia di kabupaten Biak Numfor
sejak bulan lalu memintah dukungan dari seluruh komponen masyarakat Papua dan
Papua Barat.
Dalam Seruan yang diterima Warta Papua Barat pagi ini
(23/6/2016), Forum Peduli Kawasan Byak Papua (FPKBP) Serukan kepada
masyarakat Papua dan Papua Barat untuk mendapat dukungan Tolak pembangunan
pangakalan militer di Biak Numfor.
"kami keluarga besar forum peduli kawasa byak Papua (FPKBP)
dengan kerendahan hati melalui Informasi Resmi ini kami menyerukan kepada
masyarakat Papua, kiranya mendapatkan dukungan dari Tuan-Tuan dan
Pemuda/pemudi, Senioritas, Orang Tua Pelindung Tanah papua".
Kordinator Umum FPKBP, john Mandibo melalui seruannya
mengemukakan, pulau Biak ada penghuninya dan kami sebagai pemilik pulau Biak
melihat ini sebagai ancaman kelangsungan hidup masyaraka sebagai Pelaut dan
Petani. Biak tidak besar untuk pembangunan militer maka kami tolak
pembangunan pangkalan militer tersebut.
John menjelaskan, pembangunanan pangkalan militer yang
sedang berjalan di Biak tanpa adanya proses yang di lalui untuk melibatkan
masyarakat dalam rencana tersebut. Kami sebagai anak adat dan masyarakat
pemilik hak ulayat tidak percaya lagi terhadap Dewan Adat Papua (DAP) dan
pemerintah sebagai pelindung Tanah-Tanah milik masyarakat adat Biak yang
berdomisili di pulau Biak.
Kami keluarga besar FPKBP forum peduli kawasa byak Papua..
dengan kerendahan hati melalui Informasi Resmi kami kiranya mendapatkan
dukungan dari Tuan-Tuan dan Pemuda/pemudi, Senioritas, Orang Tua Pelindung
Tanah papua..
seiring dengan perkembgan pembangunan markas militer Di
Indonesia timur Lokasi kabupaten biak numfor yang sedang berjalan Sejauh ini
kami sebagai anak adat dan masyarakat Membangun Emosi tidak percaya terhadap
dewam adat dan pemerintah sebagai pelindung Tanah-Tanah milik masyarakat adat
biak yang berdomisili di pulau biak.
Mandibo mengatakan, Pembangunan pangkalan militer di Biak tidak
ada transparansi dari pemerintah daerah, DPRD, dan Dewan Adat setidaknya ada
pansus yang di bentuk dalam kajian pembangunan pangkalan militer tersebut apa
layak atau tidak dari berbagai Aspek. Mengapa pemerintah tidak bangun SDM
melalui pendidikan dan kesehatan justru kebijakan pemerintah jokowi pembangunan
pangkalan militer.
Kami kesalkan kebijakan Presiden jokowi yang mana Kunjungan
pulang-pergi Papua hasil yang didapatkan bukan memajukan tetapi kebijakan
pembangunan militer. tambahnya.
Pembangunan pangkalan militer di Biak tidak melalui proses
tahan-tahapan dan uji kelayakan. Yang jelas masyarakat Biak dikorbankan dari
berbagai segi dan aspek sehingga anak adat pemilik ulayat dengan tegas menolak
pembangunan pangkalan itu.
Dukungan penolakan dari seluruh lapisan masyarakat Papua kami
harapkan. tambahnya lagi.(WPB)
Sumber : wartapapuabarat.org

0 komentar:
Post a Comment