Oleh Longginus Pekey.
Upaya dan caramu sudah kupahami sejak kedatanganmu,
kau ingin menjauhkan aku dari diriku.
suaramu halus, wajahmu indah, rayuwanmu berapi-api, itulah caramu.
Aku paham, istana yang kau bangun mega sebagai simbol kemegahan dinastimu kepuasan hatimu,
Aku sama sekali tidak tertarik dengan cara dan gayamu,
Aku muak dengan jawah, suarah, dan hatimu.
Sekalipun miliaran kau bayar hatiku, tidak akan kusentuh
rayuwan itu mungkin hanya cocok bagi kaummu, aku tidak.
Yang kubutukan hanya ketulusan hatimu, bukan keluhan, bukan kemunafikan,
aku paham kau ingin merubah aku, namun kusadari seorang penakut,
pengeluh yang tidak berjiwa manamungkin kau akan membawa kebaikan bagi
aku dan kaumku.
Goresan tentang siapa dirimu sudah tertera pada
tembok Air Terjun kali Nabire siang ini pukul 13:00
WIT.
Dan suda terbawa kabar itu kepada laut
Angin sudah menyampaikan pada dedaunan,
Kamu sendiri telah mendengarnya.
Alam ini sudah tidak suka padamu.
Jangan kau paksakan lagi dengan kebohonganmu.
Hidupmu tidak sepanjang bumi negeriku,
Biarkan aku menari dengan diriku karena hidupku akan sepanjang negeriku.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
0 komentar:
Post a Comment