Dirut Bank Papua Dinonaktifkan

 By Sindung Sukoco.

Sekper Bank Papua, Lajimu dan Plt Dirut Bank Papua, Sharly Parrangan saat memberikan keterangan pers atas hasil RUPS-Jubi/Sindung
Sekper Bank Papua, Lajimu dan Plt Dirut Bank Papua, Sharly Parrangan saat memberikan keterangan pers atas hasil RUPS-Jubi/Sindung

Jayapura, -Salah satu rekomendasi dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Papua yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, adalah menonaktifkan direktur Utama Bank Papua, Johan Kafiar dan Direktur Pemasaran Regina Aryesam dan menunjuk Plt Dirut dan Direktur Pemasaran kepada Sharly Parrangan yang juga Direktur Umum dan Operasional Bank Papua selama ini.
“Secara umum pemegang saham, menerima laporan keuangan kami dengan baik tapi menyoroti tajam kinerja Bank Papua tahun 2015 dan juga membawa perubahan struktur khususnya direksi,” ujar Sharly Parrangan kepada wartawan, Senin (23/5/2016)
Sharly mengaku ditunjuk sebagai Plt Dirut dan Direksi Pemasaran. Ia akan menunggu penunjukan melalui RUPS luar biasa yang merupakan kewenangan dari Gubernur Papua.
“Itu semua kembali ke Gubernur untuk melakukan penggantiannya, kapan itu akan berserah kepada Gubernur sebagai Pemegang Pengendali Saham,” tambahnya.
Terkait dengan penggantian nama, Sharly mengungkapkan semua pemegang saham tak menyentuh hal tersebut dan akan dibicarakan pada RUPS luar biasa.

Sharly juga mengatakan bahwa rencana penggantian direksi yang memasuki masa pensiun juga belum mendapatkan respon resmi.

Untuk pengembangan bisnis di Papua dan Papua Barat, akan terus dilaksanakan sebab hal itu merupakan pengembangan core bisnis Bank Papua di sepanjang tahun 2016. Meski demikian, ia mengaku hal ini akan dibicarakan dengan Komisaris Utama Bank Papua.

Iapun membantah jika penonaktifan dirut dan direktur pemasaran akibat adanya tudingan Fraud yang terjadi pada istri Gubenur Papua.

Sebelumnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta agar Bank Papua meningkatkan kinerjanya sehingga tak terjadi lagi kasus-kasus seperti Fraud.
“Jangankan orang lain, uang istri saya saja diambil. Ini bahaya sekali,” kata Gubernur dalam RUPS Bank Papua.
Gubernur mengatakan, jika kondisi ini tidak segera diperbaiki, kabar dugaan kecurangan itu akan menyebar kemana-mana. Ia meminta manajemen memberikan sanksi tegas terhadap oknum karyawan bank yang melakukan kecurangan atau bila perlu diberhentikan. (mp/tabloidjubi.com)





Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar: